Hai Moms dan Dads! Indonesia merupakan salah satu negara dengan kasus demam berdarah yang cukup tinggi lho! Setiap tahun, ribuan kasus demam berdarah dilaporkan dan menyebabkan kematian di beberapa wilayah di Indonesia.1
Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah melalui 3M Plus. Namun upaya ini ternyata belum optimal dalam menurunkan kasus demam berdarah di Indonesia. Upaya pencegahan inovatif diperlukan untuk mendukung upaya memerangi demam berdarah.
1 SehatNegeriku. Kemkes. 2023. Atasi Dengue, Kemenkes Kembangkan Dua Teknologi ini. Tersedia di: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20230205/3642353/atasi-dengue-kemenkes-kembangkan-dua-teknologi-ini/ (diakses pada 29 Maret 2023).
Kita pasti sudah tahu dong tentang gerakan mencegah demam berdarah dengan 3M Plus! Program pencegahan dan pengendalian penyebaran demam berdarah yang juga mengandalkan konsep 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang, serta mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk) yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia. Program ini bertujuan untuk mengurangi jumlah kasus demam berdarah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang merupakan vektor penyakit demam berdarah. Lalu apa saja ya?
Menguras: Kita diimbau untuk menguras bak, ember, vas bunga, dan barang-barang yang dapat menampung air secara rutin minimal satu kali seminggu.
Menutup: Kita juga diimbau untuk menutup rapat tempat penyimpanan air agar tidak menjadi tempat nyamuk bersarang. Selain itu, jendela, pintu, dan ventilasi rumah juga harus ditutup rapat agar nyamuk tidak masuk ke dalam rumah.
Mendaur Ulang: Sampah organik seperti dedaunan, potongan kayu, dan lainnya harus dibuang dan dikubur. Hal ini dilakukan untuk mencegah terbentuknya genangan air yang disukai nyamuk.
Untuk konsep "Plus" sendiri menunjukkan adanya upaya tambahan dalam pencegahan demam berdarah, seperti hal-hal berikut:
Selain 3M Plus, kita juga membutuhkan vaksinasi yang merupakan salah satu upaya pencegahan yang inovatif untuk melindungi individu dari infeksi virus dengue yang menyebabkan demam berdarah. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa jenis vaksin telah dikembangkan dan telah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk digunakan di Indonesia.3
Namun, jangan lupa juga selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan vaksinasi demam berdarah ya! Konsultasi vaksinasi demam berdarah sangat penting untuk memastikan bahwa individu yang akan divaksinasi siap untuk menerima vaksin. Selain itu, konsultasi dengan dokter dapat memberikan informasi penting tentang manfaat dan cara pemberian vaksin yang tepat.
Melakukan vaksinasi demam berdarah merupakan salah satu tindakan pencegahan yang baik untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini dan harus menjadi bagian dari upaya pencegahan secara menyeluruh.
Sudah tau belum tentang inovasi ini? Inovasi Wolbachia adalah teknologi yang menggunakan bakteri Wolbachia untuk mengendalikan penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, seperti demam berdarah. Teknologi ini melibatkan pelepasan nyamuk yang mengandung bakteri Wolbachia ke populasi nyamuk lokal, dengan tujuan menggantikan populasi nyamuk yang tidak terinfeksi Wolbachia.4
2 Promkes Kemkes. 2019. Upaya Pencegahan DBD dengan 3M Plus. Tersedia di: https://promkes.kemkes.go.id/upaya-pencegahan-dbd-dengan-3m-plus (diakses pada 20 Oktober 2022).
3 Kementerian kesehatan Republik Indonesia. Sehat Negeriku. 2023. Atasi Dengue, Kemenkes Kembangkan Dua Teknologi Ini. Tersedia di: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20230205/3642353/atasi-dengue-kemenkes-kembangkan-dua-teknologi-ini/#:~:text=Berdasarkan%20data%20Kementerian%20Kesehatan%2C%20di,anak%20usia%200%2D14%20tahun (diakses pada 26 April 2023).
4 Sehat Negeriku Kemkes. 2022. Wolbachia, Inovasi Baru Cegah Penyebaran DBD. Tersedia di: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20220722/3340692/wolbachia-inovasi-baru-cegah-penyebaran-dbd/ (diakses pada 2 Februari 2022).
Pelepasan nyamuk Wolbachia ini dapat mengurangi jumlah nyamuk yang dapat menyebarkan penyakit, karena nyamuk yang terinfeksi Wolbachia memiliki kemampuan yang lebih rendah untuk menularkan virus kepada manusia.
Inovasi Wolbachia telah diuji coba di beberapa daerah di Indonesia. Hasil uji coba menunjukkan bahwa teknologi ini dapat mengurangi jumlah kasus demam berdarah dan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk lainnya di daerah-daerah yang telah menerapkan teknologi ini.
Selain upaya pencegahan inovatif yang telah disebutkan di atas, masih banyak lagi upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi demam berdarah di Indonesia. Di antaranya adalah pengembangan infrastruktur kesehatan yang memadai, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya demam berdarah dan cara pencegahan yang tepat, serta memperkuat sistem pengawasan dan pelaporan kasus demam berdarah.
Moms dan Dads! Dalam rangka mewujudkan pencegahan inovatif terhadap demam berdarah di Indonesia, diperlukan kerja sama dari semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, tenaga kesehatan, dan para ahli. Dengan upaya yang tepat dan terkoordinasi, diharapkan kasus demam berdarah di Indonesia dapat terus ditekan dan masyarakat Indonesia dapat hidup lebih sehat dan sejahtera ya! Amin.
Artikel ini ditujukan untuk berbagi informasi dan edukasi bagi kesadaran publik. Artikel tidak dimaksudkan sebagai bentuk anjuran medis.
C-ANPROM/ID/QDE/0796 I Cr date Des 2022
Takeda merupakan perusahaan biofarmasi global yang berfokus pada pasien, berbasis nilai, dan digerakkan oleh penelitian & pengembangan dengan komitmen untuk mewujudkan kesehatan lebih baik dan masa depan lebih cerah kepada masyarakat di seluruh dunia. Semangat dan upaya kami dalam pengobatan yang berpotensi mengubah kehidupan bagi pasien mengakar kuat selama lebih dari 230 tahun sejarah kami di Jepang.
© Copyright 2023 PT Takeda Innovative Medicines.
Takeda and the Takeda Logo are registered trademarks of PT Takeda Innovative Medicines. All rights reserved.
C-ANPROM/ID/QDE/0146 | Aug 2023